1
1
Kebiasaan wartawan membaca berita internasional jarang dibahas, padahal kebiasaan itulah yang membuat mereka tidak mudah panik atau salah kutip. Mereka membaca dengan urutan tertentu, memeriksa hal-hal kecil, dan menahan diri sebelum menyimpulkan. Tujuh kebiasaan berikut bisa kamu tiru tanpa perlu latar belakang jurnalistik.
Wartawan biasanya membuka kantor berita seperti Reuters, AP, atau AFP lebih dulu untuk melihat pernyataan resmi atau angka awal. Media sosial mereka pakai belakangan, untuk mencari saksi atau rekaman mentah. Urutan ini penting karena unggahan media sosial belum melewati penyuntingan, sementara kantor berita punya kewajiban mengoreksi jika ada kesalahan.
Kebiasaan ini juga membantu saat mengutip media asing. Ada baiknya kamu memeriksa cara cek berita media asing sebelum dikutip agar tidak menyebarkan terjemahan yang keliru.
Satu kalimat dalam berita internasional bisa berubah makna tergantung siapa yang mengucapkannya. Wartawan terbiasa menandai apakah sumbernya pejabat negara, juru bicara lembaga, peneliti, atau warga biasa. Mereka juga mencatat apakah pernyataan itu disampaikan resmi di forum atau hanya lewat cuitan.
Contohnya, pernyataan seorang menteri luar negeri di konferensi pers punya bobot berbeda dengan komentar di sela-sela acara. Keduanya bisa dikutip, tetapi konteksnya wajib disebut. Tanpa itu, pembaca bisa mengira sebuah usulan sudah menjadi kebijakan resmi.
Berita internasional sering mencampur tiga hal dalam satu halaman: apa yang terjadi, apa yang dikatakan, dan apa yang ditafsirkan. Wartawan memisahkan ketiganya saat membaca. Ledakan di sebuah kota adalah peristiwa. Klaim kelompok tertentu bahwa ledakan itu ulah pihak lain adalah pernyataan. Penjelasan pakar tentang pola serangan adalah analisis.
Pemisahan ini membuat kamu tidak mengutip opini sebagai fakta. Saat membaca berita yang rumit, coba tandai kalimat mana yang berisi data, mana yang berisi kutipan, dan mana yang berisi dugaan. Latihan sederhana ini cepat membentuk kebiasaan.
Angka dalam berita internasional gampang berubah saat diterjemahkan. Wartawan memeriksa apakah angka itu jumlah korban, jumlah pengungsi, atau jumlah orang yang dievakuasi. Mereka juga memeriksa apakah angkanya perkiraan awal atau hasil pendataan sementara.
Hal serupa berlaku untuk nilai ekonomi dan kurs. Perbedaan satuan juta dan miliar, atau dolar dan euro, sering lolos dari pembaca. Saat membandingkan laporan dari beberapa media, kamu bisa memakai membandingkan sumber berita ekonomi untuk analisis agar angka tidak dibaca terpisah dari konteksnya.
Wartawan menulis kronologi di buku catatan atau dokumen terpisah. Mereka menandai kapan sebuah peristiwa terjadi, kapan pernyataan dikeluarkan, dan kapan pihak lain membalas. Kronologi membantu menghindari kesimpulan yang terlalu cepat, terutama saat dua pihak saling menyalahkan.
Kebiasaan ini juga berguna saat membaca konflik yang berlangsung lama. Bila bingung menentukan mana peristiwa pemicu dan mana eskalasi, cara memahami peta konflik internasional untuk pemula bisa jadi titik awal.
Wartawan yang meliput isu luar negeri biasanya membaca setidaknya satu media lokal dari negara yang bersangkutan. Mereka ingin tahu bagaimana peristiwa itu dikemas untuk pembaca setempat. Perbedaan judul antara media internasional dan media lokal sering menunjukkan perbedaan kepentingan.
Jika tidak menguasai bahasanya, mereka memakai terjemahan mesin untuk memahami garis besar, lalu memverifikasi istilah kunci lewat kamus atau sumber resmi. Membandingkan beberapa sumber dalam bahasa berbeda membantu melihat bagian yang dihilangkan oleh satu media. Panduan seperti berita internasional: bandingkan sumber berita dunia bisa memperjelas cara melakukannya.
Kebiasaan terakhir ini yang paling sulit ditiru: menunggu. Wartawan menahan diri membagikan informasi yang belum dikonfirmasi oleh minimal dua sumber independen. Mereka menyimpan tautan, mencatat waktu, dan mengecek kembali beberapa jam kemudian. Jika sumber awal membantah, mereka memperbarui catatan.
Untuk pembaca umum, menunda satu-dua jam sebelum membagikan berita besar sudah cukup menekan risiko menyebarkan kabar keliru. Bila ingin lebih sistematis, langkah-langkah dalam 7 langkah verifikasi berita internasional sebelum dibagikan bisa dijadikan daftar periksa.
Tujuh kebiasaan di atas tidak menuntut peralatan khusus. Mulailah dari kantor berita, catat siapa yang bicara, pisahkan fakta dari opini, periksa angka, susun kronologi, baca sumber lintas bahasa, lalu tunda membagikan. Kebiasaan ini membuat kamu lebih tenang saat berita internasional ramai dibicarakan.
Tidak wajib, tetapi kantor berita biasanya menjadi rujukan awal karena punya prosedur koreksi. Media lain tetap bisa dibaca, asalkan kamu tahu siapa pemiliknya dan bagaimana mereka mengutip sumber.
Gunakan terjemahan mesin untuk memahami garis besar, lalu cocokkan istilah penting dengan sumber resmi atau kamus. Hindari mengutip kalimat panjang dari terjemahan mesin tanpa memeriksa ulang.
Tidak ada patokan pasti. Menunggu hingga ada konfirmasi dari sumber kedua yang independen lebih penting daripada menghitung jam. Jika konfirmasi belum ada, cukup simpan tautannya dan cek kembali nanti.